Kapolres Tuban Pimpin Upacara Didalam Gua Putri Asih


suararakyattuban.com - Beragam cara masyarakat dalam mengobarkan semangat nasionalisme dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 72, mulai di darat,  laut atau udara.  Kali ini berbeda,  yakni melakukan upacara pengobatan bendera dari dalam Gua Putri Asih,  kawasan hutan Perhutani KPH Parengan,  Desa Nguluhan,  Kecamatan Montong,  Kabupaten Tuban,  Kamis (17/8/2017) siang.

Sebagai inspektur upacara (Irup) adalah Kapolres Tuban,  AKBP Fadly Samad.  Selain itu dihadiri Ketua DPRD Tuban,  M.  Miyadi dan Dandim 0811 Tuban,  Letkol Inf Sarwo Supriyo.  Sedangkan petugas upacara gabungan dari Perhutani,  masyarakat,  tokoh silat,  Polri,  TNI maupun pimpinan Kecamatan Montong.

Sedangkan peserta upacara dari Polri,  TNI,  Perhutani, Pejabat Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Pemkab Tuban.  Juga utusan dari 6 organisasi silat,  Mahasiswa,  Pendekar Siaga,  pemerintahan,  guru,  Kepala Desa, Club Vespa Tuban,  pramuka dan masyarakat lainya.

Kapolres Tuban dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi pengagas upacara yang sudah dilakukan sejak 3 tahun terakhir itu.  Diharapkan terus dipertahankan menjadi rutinitas.  "Kemerdekaan ini milik semua masyarakat,  sehingga dilakukan di laut,  darat,  udara dan kali ini dari dalam perut bumi (dalam goa),"  katanya.

Ditengah ekstrak bertahan gua yang sudah dibuka untuk umum setahun lalu itu Kapolres berkesan agar masyarakat selalu menguatkan sikap toleransi.  Serta selalu mengingat jasa para pejuang bangsa dalam merebut kemerdekaan.

"Negara Indonesia kuat bukan karena satu ras, Negara Indonesia kuat bukan karena satu suku, tapi negara Indonesia akan kuat ketika semangat hidup berdampingan, hidup bertoleransi dan bersemayam didada seluruh masyarakat Indonesia,"  katanya.

Senada disampaikan Dandim Tuban,  Letkol Inf Sarwo Supriyo yang tahun lalu juga pernah menjadi IRUP.

Dia juga berharap rutinitas upacara di dalam Gua yang dikelola masyarakat dengan Perhutani itu terus dipertahankan.  Juga mengapresiasi penggagasnya  karena telah melakukan kolaborasi lintas masyarakat dan instansi menjadi petugas dan peserta upacara. Wujud kebhinekaan dan persatuan masyarakat.

Sedangkan Ketua DPRD Tuban,  H.  M.  Miyadi mengatakan jika upacara tersebut dapat menggugah rasa nasionalisme masyarakat.  Sehingga sangat perlu dipertahankan setiap tahun dilakukan.  Politisi yang berbahaya itu juga rutin hadir mengikuti upacara dan membawa dengan masyarakat seperti yang dilakukan Dandim dan Kapolres Tuban.

Kebersamaan lintas masyarakat berlanjut usai upacara.  Mereka makan bersama tumpang,  yang semakin menambah rasa persatuan yang tidak membedakan latar belakang dan status sosial.  Karena mereka duduk berdampingan serta makan bersama tanpa jarak. (lis)
Share on Google Plus

0 komentar: